hampir nadir
lalu kebutaan menerakan jauhmu
lalu ketulian menebalkan bencimu
lalu kebisuan memerangkap letihmu
…
biarkan tenggelam serpihremahku
sebelum luruh kuncup yang mengharapmu
sebelum pupus tunas yang menantimu
…
(meski hampir pasti, itu bukan hidupmu…)
Bahwa hanya ‘rasa’ yang tak memiliki identitas, ruang dan waktu.
‘dia’ bisa lahir kapanpun, dimanapun dan oleh siapapun.
maya — July 7, 2006 @ 8:29 pm
Katakata menusuk dalam… [Mbak, I adore ur writing so much!]
Miranda — July 9, 2006 @ 3:56 am
dear mbak maya..
tx 4 ur comment..
difla — July 22, 2006 @ 5:27 am
jeng mia..
you just made me flattered..
bagaimana mungkin seorang penulis muda berbakat nulis kaya gitu buat aku..
(thanks sist..!)
difla — July 22, 2006 @ 6:45 am