the daisy days of difla






         each color has its own darkness…

July 30, 2006

jeda

Filed under: friendly daisy — difla @ 8:58 am

punggungan bukit berbadai kencang. manusia kecil berlangkah ringan hampir tersungkur. tak lekang semangat menyusur tepian kabut ungu kelabu berangin dingin menusuk hampir membeku. puncak berpohon meranggas membuat matahari terlipat dalam senja hingga merahnya menua berjelaga. cahaya yang tinggal sekedip sentuhkan gelisah pada ujung telapak dan jemarinya. sehembus bisik melintas lirih:

"berhentilah"

rumput kering menguning berujung runcing gemersik membangunkan lelahnya. sebelenggu sesal mengepung nafasnya saat tanjakan penuh belukar berbunga jingga dirasanya mengebas oleh sekian ribu ayun jejaknya. sesemakan rata sudah. pula rumputan binasa rebah. pusaran kerikil bertemperasan menampari manik hitam tatapnya. luapkan amarah penuh murka dengan hantaman berlaksa makna:

"berhentilah!"

gamang yang meruang bingkiskan senoktah terang dalam kusut-masai jalinan ragunya. satu demi satu nafas terhisap-terhembus selimutkan rona hangat di keremangan bias lesunya. sebingkai damai mendesir halus, membungkus hening yang menyergap erat dan membebat lekat jernihnya semesta. manusia kecil berujar tanpa suara:

"andai pernah aku duduk sejeda
sebelum fajar merekah terbuka,
barangkali tak ‘kan ada
gentarku menjala purnama.."

——————–
(..rest, if you must, but don’t you quit..!)

July 22, 2006

perisai tajam

Filed under: friendly daisy — difla @ 5:19 am

pada saatnya nanti
sebilah pisau yang terhunus itu
mungkin akan menikam ulu hatimu

tapi kau takkan berdarah
sebab ribuan anak panah yang berdesing
telah melesat meluncur mendahului

meski menilaskan torehan-torehan kecil
selagi mereka masih erat tertancap
tak ‘kan ada sisa tempat yang tak terselimuti

dan pada saatnya nanti
bersyukulah karena terlidungi
oleh perisai rasa sakitmu sendiri…

———-
(..so, stick to the fight when you’re hardest hit; it’s when things seem worst that you must not quit..)

July 7, 2006

hampir nadir

Filed under: gloomy daisy — difla @ 12:15 pm

lalu kebutaan menerakan jauhmu
lalu ketulian menebalkan bencimu
lalu kebisuan memerangkap letihmu

biarkan tenggelam serpihremahku
sebelum luruh kuncup yang mengharapmu
sebelum pupus tunas yang menantimu

(meski hampir pasti, itu bukan hidupmu…)