manusia gua
kalau kau pernah masuk ke gua itu, kau akan melihat aku. aku cuma
sebentuk makhluk aneh yang tinggal di dalam gua. kau tak kan tahu,
seberapa tua usiaku. kau juga tak akan bisa melihat seperti apa
wajahku. aku memilih jadi makhluk tak berwajah. karena wajah yang
dikaruniakan kepadaku sekarang telah berubah menjadi kutukan yang
menyakitkan bagiku.
kubebat kedua kakiku dan kuikat erat-erat.
aku memilih untuk membelenggu diriku selamanya, aku memilih untuk
bersusah-payah menahan niatan untuk berkelana. jangankan berkelana,
keluar dari sarang pun kini tak ingin aku lakukan. tidak, aku tak mau
keluar dari dalam gua gelap dan lembab ini, karena kemanapun kakiku
kujejakkan selalu terlihat menuju arah yang berbeda dengan yang aku mau.
kusumpal
mulutku dengan kain tebal yang bisa membungkus sempurna. aku tak ingin
menceritakan apapun kepada siapa saja, dimana saja. jangan harap aku
akan bercerita, membuka sumpal mulut untuk mengawali pembicaraan pun
tak berani aku lakukan. aku memilih untuk puasa bicara, karena setiap
kali mulutku kubuka, kata-kata yang keluar selalu terdengar berbeda
dengan apa yang aku maksudkan.
kututup diriku dari dunia. aku tak
mau lagi jadi siapa-siapa. aku memilih jadi makhluk gua. liang gelap
dan lembab inilah satu-satunya tempat yang nyaman bagiku. tak ada yang
akan menganggapku berbeda. tak ada yang akan menyalahartikan apa yang
akan aku lakukan. aku memilih tempat ini, karena disini aku merasa
aman.
aman.. meskipun aku harus hidup sendirian..