<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: makhluk asing dari negeri kenangan</title>
	<atom:link href="http://difla.blog.friendster.com/2006/04/makhluk-asing-dari-negeri-kenangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://difla.blog.friendster.com/2006/04/makhluk-asing-dari-negeri-kenangan/</link>
	<description>each color has its own darkness...</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 02:11:01 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: difla</title>
		<link>http://difla.blog.friendster.com/2006/04/makhluk-asing-dari-negeri-kenangan/#comment-46</link>
		<dc:creator>difla</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2006 16:49:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://difla.blog.friendster.com/2006/04/makhluk-asing-dari-negeri-kenangan/#comment-46</guid>
		<description>iya mas anang..
kita memang harus banyak berpikir dan menyadari..
bahwa semuanya tidak abadi..
dan perubahan itulah yang harus kita hadapi setiap hari..
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya mas anang..<br />
kita memang harus banyak berpikir dan menyadari..<br />
bahwa semuanya tidak abadi..<br />
dan perubahan itulah yang harus kita hadapi setiap hari..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anang</title>
		<link>http://difla.blog.friendster.com/2006/04/makhluk-asing-dari-negeri-kenangan/#comment-45</link>
		<dc:creator>Anang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2006 03:27:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://difla.blog.friendster.com/2006/04/makhluk-asing-dari-negeri-kenangan/#comment-45</guid>
		<description>sebuah potret kefanaan manusia, dunia dan seisinya. Betapa tak ternilainya setiap detik hidup yang kita lalui sangat terasa ketika kemudaan kita berlalu. Renungan yang suram dan beku namun penuh makna.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah potret kefanaan manusia, dunia dan seisinya. Betapa tak ternilainya setiap detik hidup yang kita lalui sangat terasa ketika kemudaan kita berlalu. Renungan yang suram dan beku namun penuh makna.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
