lempuyangan, setiap sore
berkumpul mereka,
hidung bangir bibir merekah
silikon cair menempel resah
derak kereta bagaikan berkah
gerbong mendekat hilangkan gundah
berhias mereka,
bedak tebal meblok-meblok
lipstik murah merah mencolok
dandanan menor baurkan sosok
belitan kain jalan terseok
beraksi mereka,
suara parau jeritkan lagu
musik seadanya mengiring kelu
kerincing uang logam lirih beradu
berapapun didapat, tersenyum malu-malu
berjuang mereka,
menelan ejekan segala rupa
tak nampak malu sepanjang masa
berharap pulang tanpa dicela
demi nafkah entah untuk siapa
akan bertahankah mereka
dalam belantara kota kejam durjana?
di tengah ucapan keji menghina?
dalam geliat aib mendera?
di antara arus deras menerpa?
tapi.. kalau tidak bisa,
mau kerja apa mereka..?
——————–
(for "laura", whenever i may find them..)