a story of “kmb”
dalam gubug kecil sederhana
becek, jelek, rimbun belukar
dalam kereta panas gerah
bau pesing dan keringat
dalam deru bis kota
asap knalpot kelabu pekat
ia temukan dunianya
yang lekat dengan cinta
dalam riuh gemuruh kota
selalu sibuk hiruk-pikuk
dalam gedung indah megah
menjulang mencakar mega
dalam kelebat busana mewah
wajah-wajah tampan cantik jelita
tergetar goyah dunianya
tercemar sudah peluh asanya
dalam rumah besar dan indah
seluruh penjuru bukan miliknya
dalam kamar penuh airmata
seluruh ruang sepi adanya
dalam nyala lilin di meja
seluruh hidangan hambar terasa
runtuh sudah dunianya
hancur terhempas diguncang prahara
dalam lelah kerja pelariannya
untuk membunuh waktu tersisa
dalam riuh malam berwarna
yang terbitkan beragam citra
dalam cerita tiada jeda
untuk lupakan deraan lara
dunia baru datang menggoda
pesonanya mendekap segala asa
dalam hujan menetes bocor
gubug kumuh pinggiran kali
akankah kembali indah dunia
dengan bahagia yang seadanya?
akankah kembali utuh dunia
dengan harapan yang bersahaja?
akankah kembali tegak dunia
dengan dambaan yang sederhana?
——————–
(for all "kmb", anywhere in the world..)