kuletakkan semuanya di atas meja
biar semua kartuku terbuka
biar kau tahu, di tanganku aku punya apa
dalam penggalan hidup yang telah kita jelang
tak penting lagi siapa pemenang siapa pecundang
kata seorang bijak: dalam perkasihan tak boleh ada kalah dan menang..
kumulai satu patah kata
biar terungkap semua dusta
biar kau sadar, aku masih sosok yang sama
cuma seonggok kotoran yang kaupungut dari selokan
bukan mutiara di lumpur yang ‘kan berkilau oleh asahan
katamu: ketaktahudirianku adalah kesalahan berujung penyesalan..
kuberikan semua pasrah dan rela
biar seluruhku kaugenggam sempurna
biar aku ingat, tanpamu aku tiada
hanya serumpun belukar tajam yang hidup di tengah rimba
tak mungkin jadi semak bunga elok yang penuh warna
kataku: kalau duriku menusukmu, aku takkan berhenti mencoba melunakkannya..
———-
(you’ve helped me hold on, you have a heart like an open door..)
kalaupun gelombangku masih menghantammu
tangkaplah angin yang deras menderu
dan yakinlah dermaga yang jauh menanti
tak kan mengelak bila kaudekati
kalaupun gelisahku masih mengusikmu
anggaplah itu sisa rasa yang terbalut ragu
karena sendiriku yang pernah kautemani
tak kuperkenankan menanti datangmu lagi
kalaupun temaramku masih menyentuhmu
lepaskanlah hingga benar-benar berlalu
karena tiadaku yang kini telah kauisi
tak mungkin mengijinkanmu berbalik menepi
kalaupun semburatku masih membayangimu
ingatlah kalau aku-ku semu
dan bahagiaku yang tak terberkati
tak mungkin akan memintamu kembali
kalaupun bimbangku masih memberati langkahmu
tutuplah mata dan telingamu
karena apapun yang terjadi
kau tak boleh lagi berhenti disini
———-
(..then like a swallow, you’ll fly away like birds have flown..)
ketika kaulihat puing-puing berserakan di hadapanku
dan kaulihat aku memungutinya satu per satu
untuk mencoba menyatukannya lagi
menjadi sesuatu yang utuh kembali
apa yang engkau pikirkan?
ketika kaurebut serpihan itu dari genggamku
lalu melempar dan membuangnya jauh-jauh
sambil berkata:
"kau tak mungkin bisa menyusunnya sendiri!"
apa yang engkau pikirkan?
ketika kaulihat tangan rapuhku tiba-tiba gemetar
selagi aku mengangkat satu bongkahan berat dan besar
untuk mencoba membangunnya lagi
menjadi sesuatu yang tegak berdiri?
apa yang engkau pikirkan?
ketika kaurenggut potongan itu dari rengkuhku
lalu membiarkannya lepas hingga terjatuh
sambil berujar:
"kau tak mungkin bisa mendirikannya lagi!"
apa yang engkau pikirkan?
ketika kaulihat aku memisahkan satu kepingan tajam
yang kuanggap sebagai sebuah ganjalan
biar bisa kubuang sejauh pandang
supaya bentukan itu tak lagi kan tergoyahkan
apa yang engkau pikirkan?
ketika kauambil kepingan itu dari tanganku
lalu kautaruh lagi di tempat itu
sambil berucap:
"kau tak mungkin bisa memisahkannya dari dirimu!"
apa yang engkau pikirkan?
(apa yang ada dalam pikiranmu tentang aku saat ini?)
———-
(..while your heart’s still aching, bleeding you strength.. and me are mournin’ out, tryin’ to get you to stay.. don’t you ever think that the best is -probably- still to come..?)